Tag

, , ,

Bandung (MT) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tidak mampu mengatasi maraknya pedagang kaki lima (PKL). Buktinya, PKL masih menjadi masalah utama Kota Bandung sepanjang 2011.
Hal itu dikatakan Ketua DPRD Kota Bandung Erwan Setiawan. “Pemkot Bandung khususnya Satpol PP, nampaknya tidak mampu mengatasi PKL. Ini bisa dilihat dari makin banyaknya PKL dari hari ke hari dan membuat masalah tersendiri,” kata Erwan, ketika ditemui di Balai Kota Bandung, Jumat (6/1).

Masalah yang ditimbulkan tersebut, lanjut dia, misalnya macet dan sampah bekas dagangan. Hingga saat ini penertiban PKL di Kota Bandung baru sampai pada tataran wacana, tanpa ada bukti nyata. “Memang ada penertiban, tapi setelahnya tetap kembali menjamur lagi,” ucap Erwan.

Padahal, DPRD Kota Bandung pertengahan tahun lalu sudah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) mengenai Penataan PKL di Kota Bandung, yang fokusnya adalah menentukan zona-zona bagi keberadaan PKL.

Hingga saat ini, zonasi keberadaan PKL tersebut belum diakomodir dalam Peraturan Walikota (Perwal). “Padahal jika sudah ada, Pemkot Bandung tingga merelokasi mereka ke tempat yang disediakan,” ujarnya.

Dia juga berharap, Wali Kota Bandung Dada Rosada menyodorkan kontrak politik kepada Kepala Satpol PP untuk menyelesaikan persoalan PKL. “Harus disodorkan kontrak politik, sampai sejauh mana mereka mampu mengatasi PKL, bagaimana targetnya dalam tiga, enam, hingga dua belas bulan,” ucap Erwan.

Konsekuensi dari kontrak politik tersebut, lanjut dia, adalah pertaruhan jabatan.
“Kalau ternyata tidak mampu bekerja sesuai dengan kontrak politik itu, copot saja,” ujarnya.

Menurut Erwan, DPRD Kota Bandung sudah lama menerima berbagai keluhan mengenai kesemrawutan PKL. Dia mengatakan, sudah berkali-kali menyampaikan langsung kepada Satpol PP. “Namun lagi-lagi yang dikeluhkan adalah masalah anggaran dan SDM,” ucap Erwan.

Kasi Penertiban Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung Deden Rukmana mengatakan, terdapat sekitar 30.000 PKL di Kota Bandung saat ini. Jumlah itu, lanjut dia, tentu tidak sebanding dengan jumlah personel yang dimiliki Satpol PP.

“Jumlah personel kami hanya 140 orang, itu tidak sebanding, kita kan tidak bisa menghalau PKL yang begitu banyaknya dengan personel yang minim,” kata Deden.

Mengenai kesemrawutan yang terjadi, Deden mengungkapkan hal itu bukan disebabkan sikap Satpol PP yang kurang tegas dalam mengatasi PKL. Namun, jumlah PKL yang sudah luar biasa banyaknya dan sikap PKL yang sudah keterlaluan. “Bukan kami yang kurang tegas, tapi mereka (PKL, red.) yang sudah keterlaluan dan membandel,” ujarnya. (Aji)