Tag

, ,

BANDUNG (MT) – Dada Rosada Walikota Bandung dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Edi Siswadi mendatangi Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Jumat (30/12). Kedatangan Dada dan Edi tersebut guna memberikan keterangan mengenai tugas pokok sesuai fungsi peranan dan tanggung jawab kepala daerah, terkait dugaan adanya penyelewengan aliran dana bantuan sosial (bansos) Pemerintah Kota Bandung tahun anggaran 2009-2010. Dari kasus tersebut kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 80 miliar.
Untuk memberikan kesaksiannya, Dada bersedia melepas haknya sebagai kepala daerah, sehingga pemeriksaan kepada dirinya, tidak memerlukan surat izin presiden. Kedatangan Dada ke kejaksaan tersebut masih dalam kapasitas sebagai saksi. Dada pun diperiksa oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Barat di ruangan Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Barat di lantai empat gedung tersebut.

Dada mengaku, dirinya mendatangi kejaksaan atas inisiatif sendiri. Hal itu dilakukan untuk mempermudah proses penyidikan dan penyelidikan dalam kaitan dugaan penyelewengan dana bantuan sosial di Kota Bandung itu. “Saya sengaja dengan kesadaran sendiri untuk datang ke sini (Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, red) untuk membantu dan mempermudah proses penyelidikan dan penyidikan kasus ini. Ya sebagai warga negara, saya terus berupaya untuk menjadi warga negara yang baik pula,” ujar Dada saat ditemui seusai memberikan keterangannya terkait dugaan penyelewengan dana bantuan sosial, di Gedung Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Jalan RE Martadinata, Kota Bandung.

Saat ditanya mengenai pertanyaan yang diajukan tim penyidik kejaksaan kepada dirinya, Dada menjelaskan bahwa dirinya dimintai keterangan seputar tugas pokok sesuai fungsi peranan dan tanggungjawab kepala daerah dalam aliran dana bantuan sosial itu. “Jumlah pertanyaannya banyak. Saya juga enggak tahu berapa banyak. Yang jelas, saya ditanya mengenai tugas pokok sesuai fungsi peranan dan tanggung jawab kepala daerah dalam aliran dana bantuan sosial itu,” ungkap dia.

Dada menegaskan, apabila keterangan yang telah dia berikan tersebut masih dirasa kurang lengkap, maka dirinya dengan sukarela akan memenuhi panggilan selanjutnya. Hal itu sebagai upaya untuk memudahkan proses penyidikan kasus di Kota Bandung yang saat ini menjadi buah bibir itu, agar tidak menjadi sulit

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Yuswa Kusumah membenarkan bahwa Walikota Bandung Dada Rosada mendatangi Gedung Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Kedatangan Dada pun dikatakan Yuswa, sebagai saksi dalam kasus dugaan penyelewengan aliran dana bantuan sosial Pemerintah Kota Bandung tahun anggaran 2009-2010. “Ya, beliau (Dada Rosada) tadi datang ke sini (kejaksaan). Kapasitasnya sebagai saksi. Yang bersangkutan tidak menunggu izin dari Pak Presiden karena yang bersangkutan bersedia melepas haknya sebagai kepala daerah,” kata Yuswa.

Menurut Yuswa, kedatangan Dada dan Edi ke kejaksaan itu atas inisiatif Dada. Ketika ditanyakan apakah Dada Rosada akan dipanggil pihak kejaksaan di kemudian hari, Yuswa menjelaskan hal tersebut akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan yang telah dilaksanakan. (Agus).

Iklan