Tag

, ,

BANDUNG (MT) – Kepolian Resor Kota Besar Bandung belum dapat menangkap pelakunya. terkait kasus pembakaran gerai ATM BNI di pelataran parkir pusat perbelanjaan busana muslim Rabani di Jalan Dipatiukur, Kota Bandung pada 30 Juni 2011. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Wijonarko mengatakan, Kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihaknya. Sabtu (31/12).
Polisi masih terus melakukan penyeldikan serta pengejaran terhadap pelaku. Bahkan, sejumlah saksi serta rekaman closed circuit television (CCTV) pun sudah diperiksa. Pihaknya sudah melacak alat komunikasinya. Pelaku berada jauh, di luar Kota Bandung.

“Kami berjanji akan terus mengejar pelaku dan mengungkap pelaku pembakaran tersebut. Diakui dia, kasus tersebut, menjadi salah satu perkara tindak pidana yang menonjol sepanjang tahun 2011”. Kata Wijonarko

Seperti yang di beritakan sebelumnya, sekitar pukul 2.15 WIB, Kamis (30/6), ruang ATM BNI Indonesia di pelataran pusat perbelanjaan busana muslim Rabbani di Jalan Dipatiukur Nomor 44, dibakar oleh salah seorang pelaku. Pelaku pun diduga secara sengaja menyebarkan selebaran yang pada bagian atasnya tertulis kalimat International Conspiracy for Revenge dengan gambar bintang.

Dalam isi dari selebaran itu, PT Indomining (BIMA) telah lakukan represi brutal terhadap masyarakat lokal. PT Jogja Mangasa Internasional ingin mengenyahkan 50 ribu petani Kulon Progo. Petani Takalar terancam dirampas lahannya. Dan, semua ini dilakukan secara brutal, termasuk penembakan, teror, pelecehan seksual, serta berbagai penindasan yang tidak pernah kita dengar dari media massa. Tak heran bahwa perusahaan, pemodal, birokrat ini tidak peduli apapun selain hanya menebalkan kantong mereka!

Penyerangan kami terhadap ATM (Bank) merupakan target penting dikarenakan bank senantiasa terlibat dalam pendanaan ekstraksi sumber daya alam serta penindasan masyarakatnya atas nama kapital! Kami tidak berniat untuk melukai siapapun, perusakan terhadap benda bukanlah kekerasan! Tiada ampun bagi penindas! Tiada ampun bagi negara dan kapitalisme!. Negara, institusi, militer, polisi, serta pemodal adalah teroris yang sebenarnya. (Aji)

Iklan