Tag

, , , , ,

BANDUNG (MT) – Mengingat dugaan banyaknya masyarakat, terutama anak-anak dan kaum remaja menyalahgunakan pil Dextro. Obat batuk tersebut diduga sering di konsumsi melebihi dosis. Oleh karena itu, Ketua Badan Narkotika Provinsi Jawa Barat, H. Dede Yusuf meminta agar badan narkotika kabupaten/kota lebih gencar lagi melakukan pengawasan terhadap peredaran Dextrometropan tersebut.
“Kita memang tidak bisa membatasi penyebaran pil Dextro, karena masalah ini kewenangan dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM),” kata Dede Yusuf kepada wartawan, Sabtu (10/12).

Untuk mengawasi penyebaran dan penyalahgunaan pil Dextro, pihaknya juga bekerjasama dengan pihak kepolisian dan BBPOM. Kegiatan pengawasan secara operasional dilakukan oleh badan narkotika kabupaten/kota.

“Badan narkotika provinsi hanya memfasilitasi dan mengkoordinasi, seperti yang telah berjalan di Kabupaten Kuningan”. Ungkap Dede.

Dede berharap, mudah-mudahan BNK di 25 kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat bisa mencontoh apa yang sudah dilakukan Kabupaten Kuningan. Hal ini dilaksanakan untuk menyelamatkan generasi muda kita. Tegasnya. (Agus).

Iklan