Tag

, , , , ,

BANDUNG (MT) – Sebanyak empat pembatik Jawa Barat memperoleh penghargaan dari Menteri Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) RI, Dr. Syarief Hasan, SE, MM, MBA pada acara Malam Batik Parahyangan di Grand Hotel Preanger, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu (10/12) malam.

Dari empat pembatik Jawa Barat tersebut masing-masing Ibu Titi Khodijah, pembatik dari Tasikmalaya, Ibu Muraci, pembatik dari Cirebon, Ibu Kenah, pembatik dari Garut dan Ibu Tarpiah, pembatik dari Indramayu. Mereka mendapat penghargaan karena telah lebih dari 30 tahun mengabdikan dirinya untuk pelestarian dan kemajuan batik di Jawa Barat.
Acara tersebut di hadiri pula oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Dede Yusuf, Ketua Yayasan Batik Jawa Barat, Ny. Sendy Yusuf, istri Menteri KUMKM Ny. Ingrid Kansil, anggota DPR RI Albert Yaputra beserta istri dan anggota Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu.

Menteri KUMKM mengungkapkan, perkembangan industri batik Indonesia sangat luar biasa. Saat ini terdapat 83.000 pengrajin batik dari seluruh Indonesia yang terdaftar di Kementrian KUMKM. Sisanya masih banyak yang belum terdata karena sebagian besar industri batik berasal dari kalangan menengah ke bawah.

“Jumlah pengrajin batik yang terdaftar tersebut, belum termasuk pemilik toko dan para desainer yang mengembangkan rancangan busana berbahan batik. Potensi industri batik ini memberi multi flyer efek yang luar biasa. Sekarang, di kantor-kantor pemerintahan dan swasta telah mewajibkan karyawannya mengenakan batik”. Ungkap Syarief.

Syarief menjelaskan, bahwa hal Ini menunjukkan potensi besar industri batik. Semakin banyak masyarakat yang mencintai dan mengenakan batik, semakin menambah jumlah omset pengrajin. Semakin berpeluang pula mensejahterakan pekerja yang bekerja pada perajin batik.

Menurut Ketua Yayasan Batik Jawa Barat, Ny. Sendy Yusuf optimis bahwa usaha batik Indonesia, termasuk Jawa Barat akan mendunia. Pasalnya, styling kombinasi warna, modal dan motif batik semakin maju.

Istri Wakil Gubernur Jawa Barat itu menjelaskan, dari 150 pengrajin dan pengusaha batik yang mendaftar, Yayasan Batik Jawa Barat telah membantu mematenkan 50 karya asli motif batik Parahyangan. Menurut Sendy, batik Parahyangan dengan teknik pembuatan printing textile banyak diminati Negara-negara di Afrika. Sementara batik dengan model kimono diminati warga Jepang. (Aji)