Tag

, , , ,

SUKABUMI (MT) – RI (21) warga kampung Lebak Siuh, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Rabu (14/12) menangis seseguknya. Ekpresi penyesalan ketika petugas Kepolisian Resort (Polres) Sukabumi Kota tengah memeriksaan atas kasus dugaan pencabulan yang dilakukannya. Karena merasa malu atas perbuatannya, RI terus menerus menangis sambil menutupi muka dengan kedua tangannya. Tambah lagi sorot pasang mata puluhan orang saat tersangka digiring ke ruangan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) untuk proses pemeriksaan
RI merupakan satu dari lima tersangka pelaku dugaan pencabulan yang berhasil diamankan petugas. Pelaku yang tiga diantaranya berstatus mahasiswa di salah satu akademi di Jl. Degung, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi diamankan setelah, DS (18) warga Sukasari, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi melaporkan perbuatan yang tidak terpuji dilakukan kelima tersangka. Diantar kedua orangtua, DS melaporkan kasus aib yang menimpa dirinya ke petugas PPA, Rabu (14/12)

Selain mengamankan RI, petugas telah meringkus tiga rekannya satu kampung. HL (21), AK (21), dan IS (22). Mereka ditangkap secara bergiliran dirumahnya masing-masing tanpa melakukan perlawanan. Sedangkan AK (22) warga Kampung Cihingkik, Gunung Jaya, Kecamatan Cisaat, kabupaten Sukabumi diamankan beberapa jam setelah petugas melakukan pengembangan.

“Kami mengamankan para pelaku dugaan perkosaan setelah memperoleh laporan dari korban. Kami mengamankan tiga orang diantaranya berstatus mahasiswa di rumahnya,” kata kepala kepolisian Resort (Kapolres) Sukabumi Kota, Ajun Komisaris Besar, Witnu Urip Laksana kepada wartawan, Rabu (14/12).

Dari hasil pemeriksaan sementara, kata Witnu didampingi Kepala Satuan Reserse dan Kriminalitas (Reskrim) Ajun Komisaris Polisi (AKP) Engkus Kuswaha mengungkapkan para tersangka dalam kondisi mabuk saat melakukan pencabulan. DS berada di salah satu rumah tersangka setelah sebelumnya berkenalan melalui pesan SMS nyasar dengan tersangka, HL. “Korban diajak salah seorang tersangka datang ke rumahnya. Setelah beberapa hari sebelumnya berkenalan melalui SMS nyasar,” katanya.

Setelah mengetahui keberadaan korban, HL sengaja menjemput korban dari rumahnya. Saat itu, korban menuruti kemauan tersangka hingga berhasil dibawa kerumahnya. Korban diduga diperkosa di salah satu kamar rumah tersangka. Walaupun tersangka membantah telah mengajak keempat rekan melakukan tindakan serupa. “Tetapi membenarkan setelah dirinya mencabuli korban, keempat rekan turut serta menyetubuhi korban secara bergiliran dirumahnya,” tukas Witnu

Sementara itu, sebanyak 49 orang preman, pengamen, pengemis dan gelandangan berhasil diamankan petugas. Mereka diamankan dalam Cipta Kondisi Operasi Sadar Lodaya. Mereka diamankan disejumlah titik yang dinilai rawan keamanan. “Kami mengamankan mereka dalam serangkaian operasi dibeberapa titik rawan keamanan,” katanya. (Warta Trans).