Tag

, , , ,

BANDUNG (MT) – Enam orang pelaku pencurian spesialis rumah kosong, berhasil di bekuk jajaran Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Bandung, pada Jumat (9/12). Bahkan empat orang di antaranya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas pada kakinya, karena berusaha melarikan diri saat ditangkap petugas. Berdasarkan pengakuan tersangka, mereka telah melakukan pencurian pada rumah kosong di 32 tempat kejadian perkara (TKP) berbeda. Bahkan, setiap beraksi, mereka mempersenjatai diri dengan senjata api dan senjata tajam.
Empat tersangka di tembak betis kakinya karena berusaha melarikan diri saat di tangkap polisi usai melakukan aksinya di kawasan Batununggal. Mereka adalah JH (43), Jalan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, MK alias IB (40) warga Jalan Cibaduyut, AH alias KN (39) warga Jalan Cibeureum, Kota Bandung, DS alias TR (30) warha Jalan Terusan Buah Batu, Kota Bandung.

Sedangkan dua lainnya yang tidak dihadiahi timah panas, yakni EJ alias JO (40) warga Jalan Ciganitri, Kabupaten Bandung, dan S alias ST (42) warga Majalaya, Kabupaten Bandung. Mereka kini mendekam di ruang tahanan Markas Polrestabes Bandung. Berdasarkan pengakuan tersangka, sebelum melakukan aksi pencurian rumah kosong di Jalan Batununggal Indah, mereka melakukan aksi serupa di Jalan Kembar Mas Utara, Kelurahan Ancol, Kecamatan Regol, Kota Bandung, dan di Jalan Pasir Salam, Kelurahan Ancol, Kecamatan Regol, Kota Bandung, pada hari yang sama.

“Empat orang di antaranya, terpaksa dilumpuhkan oleh petugas karena berusaha melarikan diri saat ditangkap. Mereka memang spesialis pencurian pada rumah kosong,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Bandung Ajun Komisaris Besar Wijanarko didampingi Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polrestabes Bandung Komisaris Endang Sri Wahyu Utami, di Markas Polrestabes Bandung, Senin (12/12).

“Di himbau kepada masyarakat yang hendak meninggalkan rumah, untuk tidak menaruh barang berharga di dalam rumah saat kosong, juga mobil yang terparkir. Kemudian, disarankan untuk melaporkan kepada tetangga, petugas keamanan, atau petugas kepolisian saat hendak berpergian. Jelas Endang. (Aji)