Tag

, ,

CIREBON (MT) – Setelah mengadakan rekonstruksi di Jembatan Kanci, Desa Kanci Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, petugas dari Kepolisian Air (Polair) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat melakukan penyisiran. Alhasilnya, petugas menemukan dua rangkaian bom rakitan dan kabel. Ketika ditunjukkan ke Heru Komarudin, tersangka bom Cirebon itu membenarkan. Malah, dia mengaku membuang delapan rangkaian bom rompi ke sungai yang terletak di jalur Pantura Cirebon itu.
Tersangka Heru membuang bom sisa M Syarif itu bersama Darno yang kini masih buron. Mereka membuangnya dengan menaiki sepeda motor dari arah timur. Saat di ujung jembatan, Heru turun sedangkan Darno menunggu di atas sepeda motor. Heru berjalan kaki dan begitu tiba di tengah-tengah jembatan, dia langsung mengeluarkan bom yang berada di dalam ranselnya. Setelah itu, Heru kembali ke sepeda motor. Bersama Darno, dia meninggalkan jembatan menuju arah Cirebon.

Tragedi bom Cirebon meledak 15 April 2011 di masjid Az-Zikro Markas Kepolisian Resor Cirebon Kota. Satu tewas yang merupakan pelaku dan puluhan orang luka-luka. Belasan tersangka hidup sudah ditangkap, bahkan sudah ada yang disidangkan. Sementara dua lainnya tewas dalam bom bunuh diri Cirebon dan GBIS Jawa Tengah. (Sumber MT)

Iklan