Tag

, ,

YOGYAKARTA (MT)  – Kasus hilangnya 87 benda purbakala koleksi Museum Sonobudoyo Yogyakarta, diduga bukan karena dicuri pihak luar. Dari bukti-bukti di lapangan, polisi banyak menemukan kejanggalan. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Komisaris Besar (Pol) Kris Erlangga mengatakan bahwa, Dengan apa yang pihaknya lihat di lapangan, sangat kecil kemungkinan terjadinya pencurian oleh pihak luar. Menurutnya sanga sulit orang luar melakukan hal tersebut, karena dilihat dari posisi dan arah pecahan barang-barang justru ke dalam. Ini pasti dari dalam. Kamis (8/12/2011) di Yogyakarta.
Terlihat kejanggalan dari tidak beroperasinya empat kamera CCTV di museum. Di tempat itu juga ada penjaga, namun yang bersangkutan justru tinggal di belakang museum. Karena alasan itu, maka dugaan Polisi mulai mengerucut bahwa tidak ada pencurian oleh pihak luar di Museum Sonobudoyo, termasuk pada 87 benda purbakala koleksi yang hilang pada Agustus 2010 lalu. Artinya, ada kemungkinan keterlibatan pihak internal seperti kasus hilangnya sejumlah koleksi Museum Radya Pustaka Solo beberapa waktu lalu.

Kris menjelaskan, polisi sebenarnya sudah mengantongi satu nama yang diduga terlibat dalam kasus hilangnya benda-benda koleksi Museum Sonobudoyo. Namun demikian, hingga saat ini belum ada bukti yang meyakinkan untuk menetapkan o rang tersebut menjadi tersangka. Titik terang sudah ada, tapi tidak ada bukti meyakinkan. Terkait keberadaan barang-barang koleksi Museum Sonobudoyo yang hilang, pihaknya menduga barang tersebut sudah keluar Yogyakarta. “Jangan lupa, kolektor tidak suka pamer dan biasanya dia akan menaruh barang berusia ratusan tahun itu di kamar dan menjadi koleksi pribadinya,”  Ungkapnya.

Dalam hal menelusuri keberadaan barang-barang koleksi yang raib, polisi telah menyebarkan gambar-gambar barang yang hilang kepada Tim Sembilan dan para kolektor benda purbakala. Diharapkan, peredaran barang itu bisa terdeteksi baik di tingkat nasional maupun internasional.

Daud Aris Tanudirjo, Ketua Tim Evaluasi Museum Sonobudoyo atau Tim Sembilan, mengatakan, ribuan koleksi Museum Sonobudoyo mendesak untuk diinventarisasi kembali. Sebab, banyak koleksi museum yang sulit dilacak keberadaannya namun masih tercatat di dalam buku induk.

“Dari hasil evaluasi kami menunjukkan, selama ini Museum Sonobudoyo tidak memiliki patokan jelas terhadap koleksi-kolek sinya. Jumlah koleksi yang dilaporkan ke kami 43.583 koleksi. Tapi setelah kami lacak ternyata tidak jelas keberadaannya. Yang tercacat hanya sekitar 14.000 koleksi,” kata Daud.

Daud menjelaskan, selama bertahun-tahun, lalu lintas peredaran koleksi Museum Sono budoyo tidak jelas. Misalnya, setiap kali koleksi museum dipinjam untuk keperluan pameran, pihak pengelola museum tidak membuat berita acara. Akibatnya, tidak jelas apakah barang yang dikembalikan nantinya palsu atau tidak. Tidak ada tanda tangan dalam berita acara apapun sehingga tidak jelas siapa yang harus bertanggungjawab. Mereka hanya berpatokan dulu jumlahnya segini atau segitu.

Akibat buruknya inventarisasi koleksi museum, Tim Sembilan juga menyoroti lemahnya antisipasi kemanan museum. Selama ini pihak pengelola museum telah memasang kamera CCTV. Namun tidak jelas siapa yang bertugas mengawasi atau mengoperasikan perangkat tersebut. (Sumber MT)