Tag

, ,

Baleendah (MT)-Warga Kampung Cieunteung, Kelurahan/ Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung mengancam akan berunjuk rasa ke Pemerintahan provinsi Jawa barat. Mereka menuntut Gubernur memberi penjelasan kapan Sungai Citarum dikeruk. Terlebih, bulan lalu pemerintah pusat dan Pemprov Jabar telah mencanangkan pengerukan Sungai Citarum.
Mereka semakin penasaran karena alat berat untuk mengeruk Sungai Citarum yang telah disiapkan ketika Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto berkunjung ke Baleendah sebulan lalu, ternyata sudah tak ada di lokasi penampungan alat berat atau tepatnya di sebrang Kampung Cieunteung.

“Jika tidak ada kejelasan, warga akan demo ke Gubernur. Mengapa menangani masalah banjir di Baleendah seperti tidak serius. Apakah karena pemerintah ingin mengusir warga dengan membiarkan Kampung  Cieunteung banjir sehingga tanahnya harus dijual untuk dibuat bendungan,” kata Asep Maman (50) warga Cieunteung, Senin (5/12).

Warga sepakat berunjuk rasa karena disaat tak ada kejelasan soal pengerukan, ada sejumlah calo tanah mengatasnamakan pemerintah memaksa warga untuk menjual tanahnya dengan nilai Rp 2,5 juta per tumbak. Padahal harga pasaran tanah di Cieunteung, kata Asep, antara Rp 5 – Rp 10 juta per tumbak. Saat ini dari 350 unit rumah warga, sebanyak 20 unit diantaranya sudah terjual.

Asep mengatakan, warga sudah kompak  tidak akan menjual tanahnya, kecuali dibeli dengan harga yang layak, termasuk bangunannya. Sebab kata Asep, kecenderungannya yang dibeli sama orang luar itu hanya tanahnya saja, sedangkan bangunannya tidak dihargai.

“Jika tidak dibeli dengan harga pasaran, jangan harap warga mau di relokasi. Tanah ini  turun temurun dari nenek moyang kami sejak tahun 1930,” ujar Asep. (Sumber MT)