Tag

,

Diky Chandra menyatakan permintaan maafnya pada warga Garut usai menerima petikan SK pengunduran dirinya sebagai Wakil Bupati Garut, Senin (5/12/2011). Ia mengaku telah gagal menjalankan perannya sebagai wakil bupati untuk bersama-sama menjalankan pemerintahan bersama bupati.

 “Saya tidak yakin Allah akan memaafkan saya kalau tidak ada maaf dari masyarakat Garut.

Saya sangat berharap masyarakat memaafkan saya. Saya tidak akan pernah meninggalkan

Garut, Insyaalloh. Hati saya, Jiwa saya masih ada di Garut dan demi Allah saya tidak ingin menyerahkan Garut,” ujar Diky di hadapan puluhan awak media di ruang rapat gubernur, Jalan Diponegoro, Senin (5//12/2011).

 Diky mengaku masih sangat mencintai Kabupaten Garut, namun dirinya memiliki kelemahan dalam memimpin Garut sebagai wakil bupati. Di antaranya adalah, tidak solidnya dirinya dengan pasangannya, Bupati Garut Aceng Fikri.

 “Saya terlalu cinta dengan Garut tapi saya sadar akan kelemahan saya. Ketidakmampuan saya untuk meyakinkan bupati untuk tetap menjalankan roda pemerintahan sesuai dengan sistem yang benar khususnya di pengelolaan dan perencanaan anggaran dan kepegawaian. Saya gagalmelakukan hal itu. Saya minta maaf atas hal itu pada masyarakat,” tuturnya. Ia menyatakan, kemanapun dirinya pergi, semua orang akan tahu bahwa Diky adalah putra Garut dan ia pun akan menceritakan hal-hal baik tentang Garut. Dalam kesempatan itu, Diky pun meminta rekan-rekandi birokrasi untuk tetap sabar.

 “Buat teman-teman dan rekan-rekan, tetaplah menjadi orang sabar. Enggak usah tersinggung dikatain apa-apa, dihina atau segala macam. Selama mau sabar dan kita berada direl yang benar pasti ada hikmah baik,” kata Diky.

 Saat ditanya, siapa yang ia maksud rekan-rekan dalam pernyataan itu, Diky menyebut, mereka adalah orang-orang yang belum siap menerima kepergiannya sebagai wakil bupati

“Ikuti satu arah saja. Kalau mau melakukan pola-pola yang saya ajarkan ya lakukan. Saya sering mengajarkan tetap egaliter. Karena pada hakekatnya pemimpin adalah pelayan yang

melayani. Bukan untuk memperkaya diri. Jadikan itu spirit,” tuturnya. Dirinya pun menyatakan akan tetap berkarya untuk masyarakat Garut. “saya akan tetap berkarya melalui profesi yang saya geluti. Saya akan tetap beri masukan lewat jalur yang benar dan cara yang santun. Mudah-mudahan Garut bisa bersinar,” kata Diky.(aji)**