Tag

, , ,

JAKARTA (MT)- Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD kembali melontarkan pernyataan kontroversial. Kali ini ia mengusulkan koruptor muslim yang meninggal tidak perlu disalatkan. Mahfud mengatakan, bentuk hukuman seperti itu pantas diberikan kepada koruptor karena perbuatan korup menyengsarakan dan memiskinkan rakyat banyak.
“Saya pernah menyampaikan usul tersebut kepada ulama. Tapi tetap saja ada yang pesimis, karena para koruptor bisa menyuap orang agar kalau mati disalati,” kata Mahfud, Senin (28/11).

Beberapa waktu lalu Mahfud mengusulkan dibuat sebuah kebun binatang koruptor bagi, sebagaimana dengan kebun untuk binatang. Pasalnya, perilaku koruptor tak ubahnya seperti hewan. Ia mengakui ide yang dilontarkannya terkesan main-main, atau ide gila. Bahkan ada pihak yang menganggap usulannya tersebut melanggar HAM. Namun menurutnya langkah ini bisa dilakukan jika ada undang-undang yang mengaturnya.

“Orang yang melakukan korupsi, sebenarnya hatinya binatang. Di kebun koruptor ditunjukkan, ini loh tampang koruptor, yang dihukum 20 tahun, sekian tahun, tampilkan foto-foto korbannya,” katanya.

“usulan ini sebagai bentuk keputusasaan saya dengan situasi belakangan ini. Dengan mudahnya para hakim memberi vonis ringan pada terdakwa kasus korupsi, membuat Indonesia dicap sebagai negara ramah pada koruptor. Oleh karena itu, saya berharap usulan say untuk di buat kebun koruptor dapat membuat malu sehingga orang tak lagi melakukan korupsi”. Tegasnya

Mahfud menambahkan, semakin hari koruptor bertambah banyak dan semakin merasa tidak malu menjadi koruptor. Semua teori sudah dikeluarkan, semua institusi sudah dibentuk. Tapi, korupsi terus marak. Maka dirinya mengusulkan koruptor jangan dibikin takut, karena tidak takut lagi. Tapi sekarang harus dipermalukan. (Sumber MT)

Iklan