Tag

, ,

JAKARTA (MT)- Jaksa Agung Basrief Arief mengaku segera memecat Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Lamongan Hari Soetopo, jika hasil pemeriksaan Kejati Jatim nanti ditemukan keterlibatannya dalam kasus tindak asusila.
”Kalau sudah masalah asusila dan moral, bagaimana kalau moralnya sudah bejat, bagaimana kita akan jadikan jaksa yang baik, itu tidak mungkin. Jaksa yang seperti ini harus dipangkas karena tidak akan memberikan hal baik pada institusi,” kata Basrief di Kejaksaan Agung, Jumat (25/11/2011).

Seperti kita ketahui, dalam satu pekan ini, institusi Kejagung kembali menjadi sorotan atas ulah jaksa yang menerima suap dan melanggar asusila.

Karena Jaksa Sistoyo dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong ditangkap tangan oleh KPK karena menerima suap Rp99,9 juta, sedangkan dalam waktu yang tidak begitu lama, Hari Soetopo dilaporkan telah melakukan perbuatan asusila menghamili salah satu narapidana berinisial MIS yang ditahan di Rutan Kelas I Medaeng pada 2009. Tidak hanya itu, jaksa itu pun dilaporkan menculik dan membawa kabur bayi setelah dilahirkan.

Basrief berjanji tidak akan membela dua jaksa itu. Perbuatan yang dilakukan sangat mencederai nama baik kejaksaan, khususnya menyangkut moral jaksa di masyarakat. ”Nanti sanksinya mengarah ke situ, karena memang itu amoral,” tegasnya. Menurut dia, integritas jaksa dibangun melalui sisi moral. Karena itu, jika kelakuannya sudah amoral maka tidak bisa menegakkan hukum dengan benar.

”Moral aparat itu sangat penting kedudukannya dalam penegakan hukum. Kalau moralnya rusak, akan berdampak kepada semuanya, termasuk asusila dan integritas,” jelasnya. Dia menyatakan saat ini ada 196 jaksa dan pegawai kejaksaan yang telah diberikan sanksi. ”Saya pastikan tahun ini berdasarkan laporan pengaduan yang telah dijatuhi hukuman sejumlah itu tadi (196) ini kan masih ada waktu lagi, masih dalam proses juga ada,” kata dia.

Ketua Mahkamah Agung (MA) Harifin A Tumpa bahkan meminta hakim di Indonesia jika ditugaskan dari daerah satu ke daerah lain dalam beberapa waktu membawa serta istrinya.

Hal ini untuk menghindari adanya tindak asusila hakim seperti yang terjadi pada beberapa oknum hakim belakangan ini. Hakim asusila yang dilaporkan ke MA kebanyakan adalah hakim yang memang tidak membawa istri saat menjalankan tugas di daerah. (Warta MT)