Tag

, , , ,

Pembangunan proyek lahan eks PT. Naintex yang rencananya untuk gedung perusahaan Astra Internasional Tbk, dan di lakukan oleh PT. Furindo Dinamika tidak memiliki izin, Hal ini terlihat dari surat keterangan pemberhentian sementara kegiatan pengecoran beton/jalan keluar masuk untuk proyek tersebut oleh Pihak Kecamatan Cibeunying Kidul.
Hal pemberhentian sementara tersebut terjadi karena telah terjadi keresahan di masyarakat dan mengganggu ketertiban lalu lintas di jalan PH. H. Mustopha. Bahkan ada dasar-dasar lain yang menyebabkan pemberhentian sementara proyek itu, yakni:
1. Berita acara Penolakan dan Aspirasi Warga Rw 04 kelurahan Sukapada yang ada persis di sekitar     lokasi proyek itu tentang Pembongkaran Eks PT. Naintex (PT. Dinamika Furindo) pada tanggal 14 januari 2011.
2. pengiriman berita acara hasil musyarawah Warga rw 04 pada tanggal 17 januari yang di tujukan     kepada BMPPT Bandung di jalan Cianjur.
3. Surat dari Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung     nomor 002/Koor/PAc. CbKid/2011 Tanggal 13 Mei 2011 tentang Pembongkaran PT> Naintex 1 dan     PT> Naintex II Di Kelurahan Padasuka dan Kelurahan Sukapada (agar kegiatan tersebut di hentikan     sampai adanya realisasi dari isi pertanyaan 1,2,3)
4. Surat dari Lurah Padasuka NO. 300/52/Kel.Pdsk Pada Tanggal 27 Mei 2011 yang di tujukan pada     Pemilik Eks PT. Naintex (PT. Dinamika Furindo), perihal pemberhentian Sementara Aktivitas         pembangunan di lokasi tersebut sebelum proses musyawarah di laksanakan perizinan terbit dari     pemerintah kota Bandung, sampai saat ini pihak pemilik tanah dan pelaksana tidak menghiraukan     himbauan pemberhentian kegiatan pembingkaran ,pengurugan, dan pembangunan.
5. Kegiatan pembangunan/pengurugan mulai bulan Februari 2011 sampai saat ini, pengembang yang     melaksanakan pengurugan belum menginformasikan/memberitahukan kepada warga masyarakat di     RW 03 dekat lokasi proyek itu, Unsur Kewilayahan Lurah Padasuka dan Muspika Kecamatan     Cibeunying Kidul berkaitan dengan peruntukan/penggunaan lahan, perizinan dari pemerintah kota     Bandung, dll.

Sedangkan kenyataan di lapangan sudah ada kegiatan pembongkaran, pengurugan, dan pembangunan. Misalnya saja :Pengurugan oleh alat-alat berat, Pembentengan, Pengecoran Jalan          Keluar Masuk Kendaraan, Telah Terjadi Penebangan dan Pencabutan Pohon, Pengurugan Saluran       Air yang Panjangnya kurang lebih mencapai 150 meter dan Lebarnya Mencapai 4 meter padahal          Fungsi saluran air tersebut  sangat darurat/vital, sebelum diurug/ditutup saja lokasi tersebut sering     terjadi banjir  ke jalan raya bila musim hujan tiba, apalagi setelah di urug, banjir semakin parah dan     mengakibatkan kemacetan lalu lintas.

Dengan semua kejadiaan di atas berarti pembangunan Eks Pt. Naintex untuk PT. Astra internasional yang di lakukan oleh PT. Dinamika Furindo telah banyak melanggar aturan dan tidak sesuai Peraturan Daerah (perda) nomor 11 tahun 2005 tentang ketertiban, kebersihan, dan keindahan (K-3). Bagaimana bisa semua izin belum ada, Tapi proyek sudah berjalan?

Bahkan untuk Amdal nya saja PT tersebut tidak jelas, sedangkan untuk pengurugan, pengecoran atau pembangunan dimanapun berada setiap perusahaan di wajibkan Amdal dan izin lainnya jelas, maka wajar saja jika pemerintah dan masyarakat merasa sangat kecewa terhadap pihak pembangun atau pengelola proyek tersebut. Bahkan memberhentikan semua kegiatan yang terjadi di lokasi itu sampai semua surat dan semua pihak memberikan izin.