Tag

, ,

CIMAHI (MT)– Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi akhirnya melunak. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi Encep Saepulloh berjanji akan merevisi rekomendasi upah minimum kota (UMK) 2012 kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sebelum Jumat (18/11) nanti.
Kepastian ini didapat setelah ribuan buruh melakukan serangkaian aksi besar-besaran. Kemarin,aksi buruh di Kota Cimahi menuntut revisi UMK 2012 berdampak luas. Buruh berencana kembali turun ke jalan pada hari ini jika Wali Kota Itoc Tochija tidak menarik kembali rekomendasi UMK 2012 sebesar Rp1.209.442 menjadi Rp1.299.765. Dampak buruk akibat demo tidak hanya dirasakan warga yang akan berkunjung ke perkantoran Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, demo kemarin juga membuat lumpuh arus lalu lintas akibat aksi blokade.

Berdasarkan pantauan, ribuan buruh tidak lagi menyemut di depan pintu gerbang perkantoran Pemkot Cimahi. Mereka merangsek menuju Jalan Demang Hardjakusuma dan berkumpul tepat di depan ruang kerja Wali Kota Cimahi.Akibatnya, sepanjang jalan tersebut tertutup untuk umum selama kurang lebih empat jam hingga menjelang tengah hari. Aksi kemarin juga diikuti massa buruh yang jumlahnya jauh lebih banyak daripada aksi-aksi sebelumnya. Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial Efi Akhmad Hanafiah menyatakan, aksi buruh di kawasan perkantoran Pemkot Cimahi hingga kemarin tercatat sudah empat kali.

Selain dirasakan langsung warga, aksi buruh yang terus terjadi juga sudah mengganggu produktivitas perusahaan tempat buruh bersangkutan bekerja.“Perusahaan mengalami dampak paling parah karena rata-rata mereka mengandalkan pesanan. Aksi buruh tentu menghambat mereka menyelesaikan pesanan konsumennya,” ungkap Efi seusai audiensi dengan buruh. Namun begitu,Efi mengaku belum memperoleh data berapa banyak perusahaan yang terganggu aktivitas produksinya sekaligus total kerugian yang diderita. (Aji)