Tag

, , , , ,

Pememerintahan Provinsi Jawa barat dan DPRD Jabar, mendukung rencana beralihnya 3 PTS yang berada di Jabar menjadi PTN. Dalam rangka meningkatan kualitas pendidikan, khususnya pendidikan tinggi sebagai salah satu tujuan prioritas.
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jabar Budi Hermansyah memaparkan bahwa dukungan tersebut direalisasikan dan dialokasikan anggaran untuk pembebasan lahan di sekitar kampus. Namun, dalam proses pembebasan lahan setelah Komisi E DPRD Jabar berkunjung ke lokasi tersebut dan melihat progress report proses pembebasan lahan. Dari hasil kunjungan diperoleh  informasi ditemukan  proses pembebasan lahan lambat dilaksanakan, bahkan ada yang belum dilakukan kegiatan apapun dari tahapan pembebasan lahan. Terkait dengan temuan tersebut, rencana peralihan 3 PTS menjadi PTN berpeluang tertunda.

“Pembebasan lahan menjadi proritas syarat yang harus dipenuhi karena Direktorat Dikti Kemendiknas telah merekomendasikan syarat yaitu untuk membentuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) harus ada lahan 30 Ha. Sementara itu, untuk rencana peralihan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Universitas Siliwangi (Unsil) yang berlokasi di Kota Tasikmalaya, berdasarkan peninjauan langkah pembebasan lahan belum dapat dilakukan. Dari laporan yang diterima ada sebagian masyarakat yang menolak lahannya untuk dijual”. Kata Budi

Budi menambahkan dalam rangka proses pembebasan lahan untuk kegiatan pembangunan apapun sering terjadi kemandegan salah satunya ulah para spekulan yang memainkan menaikkan harga tanah. Untuk menuntaskan masalah ini, karena anggaran sudah diberikan kepada PTS yang berencana mengubah menjadi PTN disarankan membuat pendekatan kepada masyarakat sehingga rencana tersebut dapat terealisasi sesuai jadwal yang telah diagendakan yaitu dapat selesai tahun ini.

“Dari hasil pemantauan sementara kendati belum selesai maksimal pembebasan lahan di Universitas Sunan Gunung Jati, Cirebon, PTS tersebut dinilai mempunyai kesiapan yang jauh dibanding Unsil dan Universitas Singaperbangsa, Karawang. Untuk Universitas Sunan Gunung Jati, kini telah mempunyai aset senilai Rp.90 miliar dengan jumlah mahasiswa sebanyak 14.000 orang”. Jelas Budi (Aji/Agus)

Iklan