Tag

, , , ,

Sidak hewan kurban di Pasar Hewan Wanaraja dan Peternakan Sapi di
Margawati di lakukan Bupati Garut H. Aceng HM Fikri. S.Ag, pada hari Rabu (2/11), didampingi Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Ir. Hermanto, Kabid Kesmafet Ir. Dida Kardiana E, MP, Tenaga Medis dokter hewan, Tenaga Paramedis, Kepala UPTD, Tim Pemeriksa, Kabag Informatika Drs Undang Suryana, M.Si, Kepala Kantor Kesbang Asep Suparman.
Aceng mengharapkan tahun ini pelaksanaan kurban bisa berjalan lancar, ditunjang dengan ketersediaan hewan kurban serta kesehatan dari hewan
tersebut, jangan sampai ada ternak yang tidak layak dijadikan hewan kurban.

Saat sidak di Pasar Hewan Wanaraja, stok hewan kurban banyak tersedia, diantaranya ternak besar seperti sapi dan kerbau, meski Kab. Garut hingga kini masih mendatangkan dari luar Garut  tidak kurang dari 11,87%, yang didatangkan  dari Jawa Tengah meliputi daerah Ambarawa, Magelang, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Gunung Kidul, sedangkan dari Jawa Timur meliputi daerah Pacitan dan Madiun.

Tahun ini diprediksi ada peningkatan untuk ternak besar tersebut sekitar 5 hingga 10 % dibanding  tahun sebelumnya. Pada tahun 2010, misalnya,  sebanyak 870 ekor, sedangkan tahun 2011 sebanyak 957 ekor, mereka beralasan karena terjadinya peningkatan harga antara 300.000,- s/d 400.000,- per ekor, permintaan konsumsi meningkat dari tahun sebelumnya, perbandingan harga antara hewan besar dan hewan kecil lebih murah sehingga konsumen memilih hewan besar untuk kurban.

Hewan yang banyak diminati antara kisaran harga 8 juta s/d 10 juta, dengan pertimbangan harga berat hidup 30.000,- per Kg. Di Kabupaten Garut sendiri ketersediaan hewan kurban masih sedikit, yaitu di Garut Selatan meliputi daerah Pamengpeuk, Cisompet, dan Cikelet, sedangkan di Garut Utara meliputi daerah Limbangana dan Selaawi. Dari dua wilayah tersebut para peternak menyediakan hewan untuk kurban antara 400 s/d 750 ekor untuk kebutuhan Kab. Garut sendiri.

Sedangkan untuk domba dan kambing, Kabupaten Garut sebagai penyedia hewan kurban di Jawa Barat, dimana  terdapat tiga pasar hewan yang cukup
besar yaitu : Pasar hewan Bayongbong dengan kapasitas tampung sebanyak
800 s/d 1000 ekor, Pasar Wanaraja berdaya tampung 500 s/d 700 ekor, dan
Pasar Bungbulang (dikelola pihak swasta) berdaya tampung 600 ekor.
Kebanyakan pembeli dari luar Kabupaten Garut yaitu dari Bandung, Cimahi, Bogor, Sumedang, Majalengka, Cirebon, Indramayu, Depok, Bekasi, dan
Tangerang. Kisaran harga 1,3 juta dengan bobot ukuran hidup 30 Kg, dan
untuk bobot hidup 35 Kg harganya mencapai 1,5 juta. Pelaksanaan kurban
tahun ini untuk hewan kecil atau domba permintaannya naik antara 7 – 10
%, dengan alasan terjadinya peningkatan harga antara 100.000,- s/d 200.000,- per ekornya.

Sedangan untuk hewan kambing yang dijadikan hewan kurban tidak mengalami perubahan yaitu 200 s/d 300 ekor saja untuk
kebutuhan di Kabupaten Garut dan luar Kabupaten Garut seperti Bekasi. Hal tersebut Aceng lakukan untuk memeriksa kelengkapan administrasi ternak menyangkut asal ternak, bukti kepemilikan, pemeriksaan jumlah ternak dan umur ternak, pemeriksaan fisik ternak (antemortem), Pemberian surat keterangan sehat (untuk ternak sehat dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban), dan Pemberian SKKH untuk yang dikirim ke luar Kabupaten Garut. (Agus/Aji)