Tag

, , , ,

Sepasang suami istri yang hanya berprofesi sebagai petani di Kelurahan Kayamanya, Poso, Sulawesi Tengah terpaksa membiarkan anaknya hidup dengan kondisi tanpa anus. Walaupun mereka memiliki kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), warga miskin tetap saja kesulitan mendapatkan pengobatan yang layak, khususnya bila dihadapkan pada mahalnya biaya.
Balita berusia satu tahun dua bulan yang bernama Abudzar Alghifari,  hidup dengan saluran usus yang menggantung di luar tubuhnya sepanjang 25 cm.

Tamapak saluran usus yang selalu merah dan basah ini merupakan saluran pembuangan kotoran bantuan. Abu biasa dia dipanggil hidup tanpa anus sejak lahir. Meski dengan biaya seadanya, kedua orang tuanya nekat membawa Abu ke rumah sakit di Palu untuk operasi. Proses operasi memang berjalan. Namun pasca operasi, Abu tidak mendapat perawatan yang layak karena biaya yang mencapai Rp35 juta tak kunjung lunas.

Anak malang itu  terpaksa menjalani hari demi hari dengan bagian usus yang terus ikut membesar seiring pertumbuhan tubuhnya. Ibunda Abu, Nuruana Kasim saat ditemui di kediamannya pada Sabtu (29/10/2011) mengatakan, anaknya kerap kali mengalami gatal dan alergi. Pada bagian ususnya juga sering mengeluarkan darah saat buang air besar.

Sedangkan ayah Abu, Agus Amirullah berharap kepedulian dari pemerintah dan masyarakat untuk membantu biaya pengobatan anaknya. Rencananya, pada Selasa 1 November mendatang, Abu akan dirujuk ke Rumah Sakit Sudiro Husodo, Makassar, Sulawesi Selatan. (Aji)