Tag

, ,

Bandung (MT)- Pemilihan gubernur (Pilgub) masih dua tahun lagi. Namun partai politik tampaknya sudah mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi perhelatan akbar demokrasi itu. Misalnya PDIP.
“Kita akan melakukan survey secara internal dan eksternal untuk memilih siapa yang cocok memimpin Jabar. Pak Dede (Wagub Jabar Dede Yusuf-red) termasuk yang kita survey,” ujar Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo usai Bedah Buku berjudul Negara Paripurna karya Yudi Latif di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kamis (27/10/2011).

Dede Yusuf hadir sebagai pembicara pada diskusi buku itu. Ketika ditanya apakah survey Dede Yusuf itu untuk merangkul Dede atau memetakan kekuatan lawan, Tjahjo menjawab survey dilakukan untuk keduanya. “Ya otomatis keduanya. Melihat kemampuan Pak Dede dan juga melihat kekuatan lawan,” ujarnya. Seperti diketahui Dede kini berada di bawah bendera Partai Demokrat.

Menurut Tjahjo pada prinsipnya PDIP tak masalah apakah harus mengusung calon sendiri atau berkoalisi pada Pilgub Jabar 2013 nanti. “Kalau mau memenangkan pemilu secara nasional, harus memenangkan Jabar. Karena Jabar merupakan lumbung suara. Meski di Jatim, Jateng atau daerah lainnya menang, kalau di Jabar tidak menang, tidak akan menang di tingkat nasional,” tandas Tjahjo.

Dukungan terhadap Dede Yusuf dilontarkan juga secara eksplisit oleh Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait yang juga hadir pada acara bedah buku tersebut. “Kami ini fair. Pada acara ini sebenarnya saya mengundang gubernur dan pak wagub, tapi pak wagub saja yang datang. Tadi saya telepon pak gubernur, beliau sedang di Cianjur,” ungkap Maruarar saat memberikan sambutan. Maruarar menyatakan PDIP merupakan salah satu parpol yang menjadi penentu siapa gubernur dan wagub mendatang. (Aji)