Tag

, , ,

SOREANG, (MT)– Polisi menduga adanya motif balas dendam dalam kasus pembunuhan satpam BCA Kantor Cabang Pembantu Kopo Bihbul, Asep Wahyudin, (19/10). Pasalnya, tersangka yang hanya membawa kabur dompet dan telefon seluler milik Asep, sebenarnya memiliki kesempatan untuk menggondol isi mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di lokasi kejadian.

Kepala Kepolisian Resor Bandung Ajun Komisaris Sony Sonjaya menuturkan, hasil rekaman CCTV menunjukan bahwa pelaku masuk ke dalam ruangan mesin ATM sama seperti dua nasabah bank terakhir yang melakukan transaksi. “Kalau memang mereka perampok profesional, tidak akan mencoba membongkar ATM dengan tergesa-gesa,” katanya.

meski demikian, Sony masih belum bisa memastikan kecurigaan terhadap motif selain perampokan. Pasalnya, hingga saat ini keluarga korban masih dalam kondisi shock dan masih kesulitan berkomunikasi untuk dimintai keterangan.

Berdasarkan rekaman CCTV, juga belum bisa dipastikan apakah Asep melakukan perlawanan saat tersangka berupaya masuk. Pasalnya, sudut pandang kamera hanya mengarah ke mesin ATM. Dalam rekaman berdurasi sekitar dua menit tersebut, hanya terekam kejadian sejak Asep tersungkur pasca ditusuk dengan senjata tajam. Dengan beringas, pelaku kemudian menggorok leher Asep yang sudah terkulai di lantai hingga ia menghembuskan nafas terakhir.

Sejauh ini, polisi baru memeriksa delapan saksi dari pihak BCA, penyedia jasa keamanan BCA, serta warga di sekitar lokasi kejadian. Begitu pula foto pelaku yang terekam dalam CCTV juga sudah disebarkan aparat ke media massa dan masyarakat umum.

Di sisi lain, Sony mengkritisi kurang baiknya sistem keamanan di lokasi kejadian. Pasalnya, kamera CCTV tidak memiliki sudut tangkap yang luas. Dari tiga mesin ATM yang ada, hanya satu yang tertangkap oleh kamera. Selain itu, kamera di dalam mesin ATM semuanya tidak berfungsi.

Berdasarkan kejadian yang menimpa Asep, Sony mengimbau pihak penyedia jasa keamanan dan perusahaan yang menggunakan jasa mereka, untuk lebih memperhatikan prosedur keamanan. “Dari rekaman CCTV ada nasabah yang menggunakan helm saat bertransaksi di ATM, padahal itu seharusnya tidak boleh. Begitu juga dengan prosedur jaga malam, minimal harus ada dua petugas,” katanya menegaskan.

Menurut salah seorang perwakilan manajemen BCA KCP Kopo Bihbul yang tidak mau disebutkan namanya menegaskan, peristiwa tersebut murni perampokan. Pasalnya pihak BCA selama ini tidak memiliki masalah dengan nasabah ataupun mantan pegawai. “Di sini tidak pernah ada pegawai yang dipecat dan kami juga tak punya masalah dengan nasabah,” kata pria berkacamata yang berhasil ditemui di pelataran parkir BCA KCP Kopo Bihdul. (Agus).***