Tag

,

Bandung (MT)-  Ketua Umum Pengurus Pusat HLKI Firman Turmantara mengatakan Sejak adanya dibukanya penampungan korban perampokan pulsa yang didirikan oleh Himpunan Lembaga Konsumen Indonesia (HLKI) mulai pada 1 Oktober 2011 lalu. Hingga hari ini, Minggu (16/10/2011) sudah terkumpul 500 pengaduan pulsa dari masyarakat yang berdomisili di Jawa Barat.

“Pengaduan yang saya terima terus menerus hingga saat ini, beberapa pengaduan baru dipindahkan ke laptop ada 300. Disatukan dengan yang kemarin-kemarin ada sekitar 500 lebih pengaduan. Sampai barusan ada yang terus masuk, malah ada yang sudah lapor terus lapor lagi karena terus disedot pulsanya,” ujarnya.

Firman juga menyarankan kepada masyarakat yang menjadi korban penyedotan pulsa untuk melapor kepada Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Laporan konsumen tersebut nantinya bisa maenjadi bukti awal untuk membawa kasus ini ke arah pidana.

“BPSK itu semi peradilan perdata. Putusan ini bisa jadi awal untuk tuntutan pidana kalau konsumen tidak diganti rugi,” jelasnya.

Saat ini HLKI masih menerima laporan dari konsumen tentang perampokan pulsa atau Tuyul Pulsa yang sedang marak saat ini. Pengaduan bisa melalui nomor kontak 082130536444 atau 087824992528.

“Selanjutnya konsumen mengisi formulir pengaduan di Posko Bersama HLKI dan FH Unpas di Jalan Lengkong Besar 68,” kata Firman.(aji)**