Tag

, , , ,

Presiden Amerika Serikat Barack Obama, mengirim 100 tentara tempur ke Afrika tengah untuk membantu pasukan yang memerangi pemberontak Lord’s Resistance Army (LRA) Uganda yang telah dituduh melakukan pemerkosaan, pembunuhan, dan penculikan pada hari jumat kemarin.
“Tentara-tentara tersebut, kalau disetujui oleh pemerintah-pemerintah nasional, bisa dikerahkan di Uganda, Sudan Selatan, Republik Afrika Tengah (CAR), dan Republik Demokratik Kongo (DRC)”, katanya dalam pada saat Kongres.

LRA telah dituduh meneror, membunuh, memerkosa, dan menculik ribuan orang di keempat negara itu, dan puluhan ribu orang telah tewas akibat perang 20 tahun mereka dengan pasukan keamanan di Uganda utara.

Obama menambahkan Pasukan tersebut akan bertindak sebagai penasihat bagi pasukan mitra, yang memiliki tujuan untuk mengeluarkan dari medan tempur Joseph Kony dan pemimpin senior lainnya LRA, Namun, ia memperingatkan, mereka tidak akan memimpin sendiri pertempuran.

Meskipun pasukan AS itu tentara tempur yang diperlengkapi, mereka hanya akan memberikan informasi, nasihat, dan bantuan pada pasukan negara-negara mitra.

“Mereka tidak akan berperang dengan pasukan LRA sendiri kecuali perlu untuk bela diri. Semua tindakan pencegahan yang pantas telah diambil untuk menjamin keselamatan personel militer AS dalam pengerahan mereka.”

Presiden itu mengatakan, sekelompok kecil tentara telah dikirim pada Rabu (12/10/2011), dan bahwa pasukan tambahan akan dikerahkan pada pulan depan.

Kony, yang dituduh melakukan kejahatan perang dan dicari oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), tampaknya telah masuk agenda politik nasional dan dalam beberapa tahun belakangan ini tentaranya yang merusak telah menyebarkan kematian dan kehancuran di kawasan itu.

Perang saudara secara efektif telah berakhir pada 2006 ketika proses perdamaian dilancarkan, tetapi Kony dan komandan-komandan pentingnya terus melakukan kekejaman di wilayah negara-negara yang berdekatan itu.

Jenderal Carter Ham, Kepala Komando Afrika AS, mengatakan pekan lalu bahwa menurut perkiraannya, Kony mungkin berada di Republik Afrika Tengah.

Obama mengatakan dalam pesannya bahwa LRA telah “membunuh, memerkosa, dan menculik puluhan ribu pria dewasa, wanita, dan anak-anak di Afrika tengah”.

“LRA terus melakukan kekejaman di Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, dan Sudan Selatan yang memiliki dampak yang tak seimbang pada keamanan kawasan,” katanya.

Pada 2009, Kongres AS mengundangkan undang-undang yang menyatakan dukungan pada upaya AS yang meningkat untuk mengurangi dan menyingkirkan ancaman yang ditimbulkan oleh Tentara Perlawanan Tuhan itu.

Pada tahun lalu, Obama menyampaikan pada Kongres rencana untuk melucuti senjata LRA. Skema itu berarti untuk mendorong “pembelotan, pelucutan senjata, demobilisasi, dan reintegrasi pemberontak LRA yang tersisa serta… meningkatkan bantuan yang berlanjut pada masyarakat yang terkait”. (Agus)