Tag

, ,

Padalarang (MT)- Supriadi, Ketua Fraksi Demokrat yang diganti oleh DPC Partai Demokrat Bandung Barat memperlihatkan enam tandatangan anggota dewan yang mendukung dirinya tetap jadi ketua fraksi.Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat KBB dan Fraksi Demokrat di DPRD pecah. Pasalnya, setelah  pimpinan partai memutuskan adanya perombakan fraksi yang ditentang pimpinan Fraksi Demokrat dan menyusul opini disclaimer terhadap APBD KBB selama tiga tahun berturut-turut.
Sebelumnya, Fraksi Demokrat itu dipimpin Supriadi kemudian digantikan Arisman menurut versi DPC. Selain menimbulkan kekisruhan politik di tubuh internal partai, adanya pergantian pimpinan fraksi itu pun mengakibat para legislator yang berada di DPRD terpecah menjadi dua kubu. Dari total sebanyak 10 anggota dewan itu, enam di antaranya mendukung fraksi pimpinan Supriadi. “Secara de jure, Arisman sebagai ketua fraksi itu tidak sah. Sebab, pergantian fraksi ada aturan dan mekanisme tata tertib yang mengikat. Itu sudah tidak benar, dan saya prihatin melihat kondisi itu,” kata Supriadi kepada wartawan, Jumat (16/9).Menurutnya, ketua fraksi itu dipilih oleh anggota fraksi di DPRD.  Terlebih, pimpinan kekuasaan di lembaga legislatif berdasarkan surat keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP). “Secara organisasi kepartaian, SK DPC itu tidak bisa melangkahi SK DPP,” tegasnya.
Tak hanya itu, Supriadi mengklaim kepemimpinan itu didukung seratus persen ke-15 pimpinan anak cabang (PAC) Partai Demokrat. “Secara politis, saya menjabat sebagai ketua fraksi di DPRD itu didukung 15 PAC, seratus persen mendukung saya. Jadi, secara politis kuat,” tegasnya.
Ia menambahkan, bukti itu diperkuat dengan adanya surat pernyataan dukungan yang diteken di atas materai tertanggal 15 Juli 2011. Selain dirinya, anggota fraksi yang mendukung kepemimpinan Supriadi yakni Iwan Setiawan, Asen Hendara Maulana, Cecep Lukman, Sri Wahyuni, dan Elyaningsih. Sedangkan, empat anggota lainnya yang berada di kubu Arisman yakni Imam Tunggara, Koswara, dan Maryati.
Ketua PAC Kecamatan Sindangkerta Aceng Sopandi secara tegas  menyesalkan adanya intervensi partai tersebut. Bahkan, dia pun mengatakan pergantian pimpinan fraksi oleh partai merupakan bentuk arogansi. “Saya sebagai perwakilan PAC, tidak setuju dengan langkah yang diambil ketua DPC. Intinya, saya tidak setuju dengan bentuk penekanan terhadap lembaga,” ucapnya.
Dia menyebutkan, tindakan orang nomor satu di DPC Partai Demokrat KBB itu tak sejalan dengan instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang notabene ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. “Kami juga tidak setuju dengan gerakan mengkritisi pemerintahan. Apalagi, SBY pada Kongres Nasional lalu mengatakan agar Partai Demokrat dapat berkoordinasi baik dengan pemerintahan,” ujarnya bersemangat seraya mengatakan pihaknya akan melakukan counter-attack terhadap statement ketua DPC.
Sedangkan, Ketua PAC Kecamatan Padalarang Hendra Samsudin mengatakan pergantian pimpinan fraksi tersebut merupakan tindakan yang tidak tepat. Apalagi, kondisi Partai Demokrat di tingkat nasional ini sedang digoyang. “Kami menolak adanya perubahan fraksi itu. Ini rasanya bentuk intervensi orang di DPC. Kita dari PAC, keukeuh dan ngotot mendukung fraksi pimpinan Supriadi,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat KBB Sally Febian menjelaskan, perombakan tersebut memang berkaitan dengan penyegaran organisasi di kursi legislatif. Perombakan itu dikatakannya lumrah dilakukan sebuah partai. Sebab, susunan fraksi di dewan notabene merupakan kepanjangan tangan dari partai politik.Berdasarkan SK DPC Partai Demokrat KBB No 017/SK/DPC.PD.KBB/VII/2011 tanggal 9 Juli 2011, kini pimpinan fraksi itu dipimpin Arisman. (Agus sudrajat)