Tag

,

NGAMPRAH, (MT).- Warga di tiga RW di Desa Margalaksana, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat melakukan swadaya memperbaiki jalan, namun mereka dibuat bingung setelah projek gotong royong itu dihentikan pihak yang mengaku dari konsultan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Projek perbaikan gang itu dihentikan secara mendadak, padahal warga sudah kadung memasuki 20 persen pengerjaan.

“Kata konsultan itu, teknik pengerjaan kami salah. Katanya harusnya dicor pakai dua jenis semen berkualitas baik, tidak dengan cara dipelur yang sudah kami lakukan selama dua hari terakhir,” ujar salah seorang warga Ece Setia Atmaja (56), Rabu (12/10).

Awalnya, kata Ece, pada Minggu (9/10) tiga RW di kampung berbeda di Desa Margalaksana, yakni RW 10 di Kampung Cilasih, RW 12 Kampung Margalaksana, dan RW 13 di Kampung Caringinwetan, mendapatkan dana dan material dengan total sekitar Rp 5-6 juta untuk masing-masing RW.

Material tersebut berupa pasir sebanyak empat truk atau sekitar 24 kubik, serta semen sebanyak 30 sak. Selain itu, ada pula dana sekitar Rp 1 juta yang digunakan untuk biaya upah pekerja dalam memenuhi kebutuhan pengerjaan jalan gang, yang masing-masing memiliki panjang projek 200 meter.

Namun, setelah pengerjaan jalan dilakukan selama dua hari, pada Selasa (11/10) warga didatangi oleh pihak yang mengaku dari konsultan. “Lalu mereka bilang pekerjaan kami harus dihentikan, karena seharusnya bukan dipelur, tetapi dicor,” tuturnya. (Agus sudrajat)***