Tag

,

CIMAHI, (MT).- Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi menargetkan dapat menuntaskan penyerahan pengelolaan sembilan aset ke Perusahaan Daerah Jati Mandiri (PD JM) pada akhir tahun ini. Berbagai perbaikan mesti dilakukan selama tiga bulan ke depan untuk membuat aset-aset tersebut laik dan nantinya tidak membebani PD JM. Pengoptimalan ke-9 aset tersebut mutlak dibutuhkan untuk mengerek besaran pendapatan asli daerah (PAD) yang selama ini terkendala keterbatasan sumber.

“Pada saat aset-aset tersebut diserahkan, (kondisinya) sudah betul-betul sempurna dan punya nilai ekonomis. Jangan sampai aset jadi beban untuk pengeluaran. Justru (aset) harus menjadi nilai pendapatan,” ujar Walikota Itoc Tochija seusai “Manasik Haji Massal” di Pusdik Armed, Kota Cimahi.Menurut Itoc, penyerahan pengelolaan aset-aset milik Pemkot kepada PD JM merupakan bagian dari upaya mengerek besaran PAD Kota Cimahi yang terkendala keterbatasan sumber. Aset-aset yang mempunyai nilai ekonomis mesti dioptimalkan dengan mengembangkan segi-segi kewirausahaan. “Diharapkan Desember nanti penyerahan tuntas,” katanya.

Ke-9 aset yang bakal diserahkan pengelolaannya kepada PD JM meliputi Baros Information and Technology and Creative (BITC), Balai Belih Ikan (BBI), Pasar Atas Lama, Pasar Citeureup, Pasar Cimindi, Rumah Desain Kota Cimahi, Rumah Potong Hewan, Rusunawa, dan GOR Sangkuriang. Hingga penyerahan pengelolaan, biaya perawatan dan perbaikan aset masih ditanggung SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait.

Kepala Humas dan Marketing PD JM Asep Taryana mengungkapkan, saat ini PD JM tengah menghitung anggaran yang dibutuhkan untuk mengelola ke-9 aset mulai awal tahun depan. “Sedang (anggaran) dihitung. Belum ada angka pasti. Yang pasti, kebutuhan utamanya adalah perawatan aset-aset tersebut. Nanti besaran dana tersebut akan diajukan dalam rancangan APBD 2012,” ucapnya.

Menurut Asep, dengan tambahan kewenangan mengelola ke-9 aset, target PAD yang dibebankan kepada PD JM sebaiknya tidak dinaikkan terlebih dulu dari Rp 2 miliar seperti tahun ini. “Harapannya tentu PAD yang dihasilkan bakal lebih besar dari itu. Tapi untuk sekarang, angka itu dulu yang jadi pegangan,” katanya. (Agus sudrajat)***