Tag

,

Bandung (MT) Kejaksaan Tinggi “Kejati” Jawa Barat telah menetapkan tersangka baru dalam kasus Bantuan Sosial (Bansos) Kota Bandung tahun 2010 sebesar Rp 40 miliar. Tersangka yang berjumlah empat orang merupakan ajudan pejabat tinggi di Pemkot Bandung berinisial YS, AS, LB, dan MR. Jumlah barang bukti kasus ini mencapai satu truk. Sebelumnya, kejati sudah menetapkan tiga tersangka dari Bagian Keuangan Kesekretariatan Daerah Kota Bandung, yakni R, F, dan U.
Fadil menjelaskan, “Barang bukti yang kami dapat dari kantor Pemerintah Kota Bandung, sebagian berupa proposal. Barang bukti ini mencapai satu truk, sebagian telah dipilah untuk menjadi alat bukti hukum di persidangan. Pihaknya pun telah menyerahkan sebagian barang bukti berupa dokumen dan surat ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk diaudit. Sebab badan pemerintah ini merupakan lembaga resmi yang berhak memeriksa keuangan negara serta memiliki kekuatan hukum sebagai fakta persidangan.

Fadil Zumhanna sebagai Asisten Pidana Khusus Kejati Jabar, menuturkan, YS, AS, dan LB berstatus sebagai PNS di Pemkot Bandung. Sementara MR merupakan anggota Polri dari jajaran Polda Jabar, yang diperbantukan menjadi ajudan wali kota. Menurutnya, YS berperan dalam kasus pidana korupsi ini ketika menjadi ajudan wali kota. Kini YS bertugas di Dinas Pendapatan Daerah Kota Bandung. Sementara AS dan LB adalah ajudan Sekretaris Daerah Kota Bandung.”Sedangkan MR anggota kepolisian yang diperbantukan menjadi ajudan wali kota. Masalah penyidikan kasusnya, kami serahkan ke Polda Jabar, sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2003 tentang pelaksanaan teknis institusional peradilan umum bagi anggota Polri. Dan tanpa peran mereka, tindak pidana ini tidak akan sempurna,” tutur Fadil kepada wartawan di kantor Kejati Jabar, Jumat (7/10).

Menurut Fadil, apa yang dilakukan para tersangka, jelas merupakan tindakan di luar kewenangan mereka. Sebab mereka tidak memiliki kapasitas dalam proses pencairan dana bansos. Terlebih dana Bansos 2010 ini telah terindikasi disalahgunakan.

Fadil menambahkan, terkait langkah penyidikan kasus tersebut, kami diberi motivasi oleh Jamwas agar berani mengambil keputusan dengan cepat dan  pihaknya mendapat dorongan penuh dari Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas). Dalam kaitan ini, Jamwas memberikan motivasi agar langkah penyidikan dilakukan dengan cepat. ungkapnya.