Tag

Bandung – Pemerintah Kota Bandung segera menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan musyawarah pimpinan daerah (muspida) membahas masalah geng motor.  Aksi kelompok berandalan geng motor yang sempat mereda, mulai menujukkan eksistensinya lagi di Kota Bandung.

“semua unsur muspida akan mengadakan rakor membicarakan geng motor. Ya, secapatnya digelar saat nanti hari kerja,” ujar Wakil Walikota Bandung saat ditemui di Babakan Siliwangi, Kota Badung, Minggu (2/10/2011).

Ayi mengaku prihatin aksi kriminal geng motor karena sudah meresahkan keamanan warga Kota Bandung. Ia pun meminta polisi menindak sesuai aturan hukum bagi pelaku tindak kejahatan jalanan. Pada umumnya, anggota ataupun simpatisan geng motor rata-rata berusia remaja. Tak sedikit dari mereka terjerimus ke arah tindakan kriminal.
“Aparat berwajib mesti bertindak tegas. Kalau (orangnya) masih dibina, maka perlu dibina. Sedangkan yang melakukan kejahatan, ya harus dihukum,” terang Ayi.

Ketua DPRD Kota Bandung Erwan Setiawan mengatakan rakor dengan muspida itu untuk mencari solusi serta mengantisipasi agar ulah brutal geng motor tak terjadi lagi di Kota Bandung.

Rakor tersebut dilakukan terkait insiden berdarah yang melibatkan salah satu berandalan bermotor pada Jumat (30/9/2011) lalu, di Jalan Dipatiukur (Simpang Dago) samping minimarket Vicle K. Kejadian pengeroyokan oleh geng motor merengut nyawa Marianus B Raja Kapa (23) dan melukai Stephentus Mezrid Miza (24). Polrestabes Bandung berhasil menangkap seorang pelaku yakni Marianus B Raja Kapa (23), sedangkan empat pelaku lainnya yang terlibat masih diburu.

“Secepatnya rakor digelar. Intinya kami ingin mencegah agar (kejahatann geng motor) tidak terus terulang,” singkat Erwan.

Iklan