Tag

Bandung (MT)- Wakil Bupati Kabupaten Garut Diky Candra meminta Bupati Garut HM Aceng Fikri berbicara terbuka kepada publik tentang kondisi Garut yang sebenarnya jika Kementerian Dalam Negeri menolak permohonan pengunduran dirinya sebagai wakil bupati.

Dicky mengatakan saya tidak mau hanya menjadi pelengkap Bupati Garut Aceng HM Fikri dan akan terbuka dengan kondisi yang ada di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut.
“Kalau saya kembali bekerja saya butuh kenyamanan, ya saya terpaksa harus terbuka dengan Bupati. Jangan sampai kata-kata kayak selama ini baik-baik saja. Baik-baik saja dari mana?, “Ujar  Dicky saat ditemui seusai menghadiri peluncuran Sensus Pajak Nasional (SPN) di lingkungan Kanwil DPJ Jawa Barat di Paris Van Java Mal, Bandung, Jumat (30/9/2011).

Kemendagri masih mendalami dan mengkaji tiga alasan pengunduran diri Dicky. Pertama, ketidakcocokan. Kedua karena terbatas peran dan kewenangan selaku wakil bupati. Ketiga menyangkut belanja penunjang operasional kada (Kepala daerah).

Diky menegaskan, tekadnya untuk mundur sebagai Wakil Bupati Garut sudah bulat, jika surat pengunduran diri tersebut ditolak, Mendagri Gamawan Fauzi akan mengirimkannya terlebih dahulu ke DPRD Kabupaten Garut.

“Saya ini 50% milik rakyat yang memilih, 50% milik pemerintah karena diangkat melalui SK Mendagri. 50% dari rakyat yang diwakili DPRD sebagai wakil rakyat telah setuju saya mundur, jadi sekarang tinggal tunggu dari Mendagri yang suratnya ke DPRD Kabupaten Garut apakah ditolak atau diterima,” terangnya.