Tag

BANDUNG, (MT).- Ketua Dewan Pers Prof. Bagir Manan mengimbau semua perusahaan pers untuk melengkapi wartawannya dari segi keamanan setiap kali ditugaskan meliput di lapangan.

Dikarenakan kondisi masyarakat saat ini sulit diprediksi dan membuat profesi wartawan semakin rawan. Apalagi menyusul berbagai tindak kekerasan yang menimpa wartawan di berbagai daerah di Indonesia.

kata Prof. Bagir Manan yang ditemui di sela-sela Serial Diskusi Akademik dengan berbagai tindak kekerasan yang menimpa wartawan. Oleh karena itu, Dewan Pers pun terus berupaya melakukan upaya pencegahan untuk meminimalisasi kejadian buruk yang bisa menimpa wartawan melalui berbagai pelatihan yang diberikan, baik kepada wartawan langsung maupun kepada perusahaan pers.”Revitalisasi dan Reorientasi Sistem Penegakan Hukum” dalam rangka Purnabakti Prof. Bagir Manan, di Hotel Holliday Inn, Jln. Ir. H. Djuanda, Kota Bandung, Sabtu (24/9).

Melalui berbagai pelatihan tersebut, kata Bagir, pihaknya sudah menyampaikan mengenai berbagai kewajiban yang harus dipenuhi wartawan terutama ketika meliput daerah bencana atau konflik. Meskipun upaya tersebut tidak serta merta menghilangkan risiko buruk termasuk risiko tindakan kekerasan yang bisa menimpa wartawan.”Kita tidak bisa mengatur masyarakat kita saat ini. Sebaliknya kita sendiri yang harus waspada dan berhati-hati,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan, tindak kekerasan terhadap wartawan di Indonesia cenderung meningkat. Beberapa waktu lalu kasus kekerasan terjadi terhadap sejumlah wartawan yang dilakukan oleh siswa SMA Negeri 6 Jakarta. Beruntung akhirnya terjadi damai setelah dimediasi Dewan Pers.

Bahkan, terakhir pada Kamis (23/9), seorang koresponden televisi swasta di Makassar menjadi korban penikaman dan saat ini dalam kondisi kritis. Kejadian tersebut telah menambah panjang daftar kasus kekerasan yang dialami wartawan di Indonesia yang dalam setahun terakhir sudah mencapai lebih dari 60 kasus, di mana 10 kasus (17 persen) di antaranya menyebabkan wartawan terbunuh.(aji)**

Iklan