Tag

SOREANG, (MT).- Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Cecep Hendrawan mengatakan,Jika Gunung Papandayan meletus, Kabupaten Bandung diperkirakan akan kebanjiran sekitar 5.000-8.000 pengungsi asal kawasan Cileuleuy dan Stamplat.


“Untuk lahar dan awan panas yang diperkirakan radius bahayanya sekitar tiga kilometer tidak terlalu dikhawatirkan, karena jarak wilayah Kabupaten Bandung yang paling dekat, yaitu Kecamatan Kertasari, berada pada jarak sekitar 12 Kilometer,”Kabupaten Bandung sebenarnya tidak terlalu terimbas bencana secara langsung jika terjadi letusan Gunung Papandayan.

Untuk itu pemkab saat ini telah menyiagakan beberapa instansi terkait sebagai antisipasi kemungkinan terjadinya eksodus. Untuk menampung pengungsi, BPBD Kabupaten Bandung saat ini dalam keadaan siap. Ketersediaan tenda untuk penampungan dalam kondisi cukup banyak. “Tenda pleton masih ada 6, tenda regu ada 4, serta masih ada tenda-tenda kecil lain. Belum dari instansi lain yang akan ikut terlibat , banjir pengungsi jelas akan dirasakan setidaknya di tiga Desa di Kertasari, Cibeureum, Tarumajaya, dan Neglawangi. Kemungkinan, daerah tersebut akan menjadi tujuan utama pengungsi jika Gunung Papandayan Meletus, ketiga daerah tersebut harus mewaspadai abu vulkanik yang kemungkinan terbawa angin. ujar Cecep.

Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten Bandung Juhana Atmawisastra menuturkan, saat ini BPBD bersama Dinas Sumber Daya Air Pertambangan dan Energi (Sdape), Dinas Kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raharja, Dinas Permukiman, Tata Wilayah dan Kebersihan (Pertasih), Kecamatan Kertasari dan Perkebunan Teh Sedep sudah siaga untuk mengantisipasi imbas Gunung Papandayan.

Sejauh ini setiap instansi telah melakukan berbagai persiapan mulai dari sosialisasi, simulasi, penetapan jalur evakuasi, pembuatan rencana penetapan lokasi penampungan pengungsi, pendataan jumlah pengungsi dan pendataan jumlah kendaraan yang dibutuhkan untuk mengangkut pengungsi. “Dari hasil rapat 15 September 2011, seluruh instansi tersebut sudah menyatakan siap,” ujar Juhana.