Manajer Persib, H Umuh Muchtar mengatakan Persib Bandung resmi mengikat kontrak 24 pemain untuk musim depan, Rabu (21/9). Jumlah pemain kemungkinan besar akan bertambah karena masih menunggu kedatangan bek kanan Zulkifli Syukur serta akan dimanfaatkannya satu kuota pemain asing asal Asia.

Tutur Komisaris Utama PT PBB Zainuri Hasyim, seusai penandatanganan kontrak pemain Persib musim 2011-2012 di Kantor PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) di Jalan Sulanjana, dana untuk mengontrak pemain ini diperkirakan tak jauh beda dengan musim sebelumnya. Musim lalu anggaran untuk kontrak pemain sekitar Rp 13,5 miliar. Sekarang “Sekitar Rp 11 miliar. Di atas Rp 10 miliar”.

Manajer Persib, H Umuh Muchtar, menyebutkan siapa saja pemain yang dikontrak. Mereka adalah empat kiper yakni Jendri Pitoy, Dadang Sudrajat, Cecep Supriatna, dan Rizky Bagja, untuk pemain belakang pemain yang dikontrak adalah Abanda Herman, Wildansyah, Muhammad Agung Pribadi, Maman Abdurahman, Mohammad Nasuha, Jajang Sukmara, Aldi Rinaldi, Rian Permana, Anggi Indra Permana dan Dudi Sunardi.

Lalu di tengah Maung Bandung memiliki Tony Sucipto, Hariono, Muhammad Ilham, Miljan Radovic, Atep dan Budiawan. Sedangkan penyerang yang dikontrak adalah Aliyudin, Zdravko Dragicevic, Airlangga Sutjipto, dan Sigit Hermawan, kecuali pemain belakang Jajang Sukmara yang masih bergabung dengan timnas U-23 untuk pemusatan latihan.

Umuh menuturkan, sebelum penandatanganan kontrak, para pemain mendengarkan aturan-aturan yang ada di dalam kontrak. “Dan pemain setuju. Tidak ada masalah,” tutur Umuh. Ia menambahkan, para pemain dikontrak selama satu tahun.

Komisaris PT PBB Kuswara S Taryono menambahkan, dalam kontrak juga dijelaskan mengenai larangan-larangan, peraturan dan tata tertib bagi pemain. “Kami kan ingin profesional, selain membahas soal hak dan kewajiban pemain, pemain juga diberi kesempatan untuk bertanya kepada manajemen. “Seperti bagaimana jika ada cedera saat bertugas. Itu kami jamin. Lalu ada juga yang nanya soal sepatu. Bahkan ada yang minta seprei di mes diganti,” Menurutnya mereka juga menjelaskan tentang berbagai hal. “Ada soal kesehatan dan juga kedisiplinan. Perjanjian ini betul-betul antara dua pihak,” tutur Kuswara. (aji)