Sekitar 500 ( lima ratus)  pelajar Sekolah Menegah Atas  ( SMA ) Darul Hikam Wal  Ihsan Bandung, didampingi para gurunya, melakukan aksi damai  dengan menggelar  orasi di halaman Gedung Sate Bandung, Rabu ( 21/9).  Aksi tersebut sebagai ungkapkan   menentang aksi kekerasan yang telah terjadi di Jakarta, belum lama ini.


Dalam aksi damai yang mendapat pengawalan  dari anggota Polrestabes  Bandung tersebut, perwakilan pelajar  dalam orasinya mengimbau antara lain, mengajak para pelajar, mahasiswa, guru, dosen, ulama, cendikia dan pekerja professional lannya agar menjadi teladan moral dan benteng moral bagi bangsa Indonesia.
Kepada para penegak  hukum, para pelajar tersebut menuntut untuk tetap menegak moral dengan tindakan tegas, adil dan bijaksana. Selain itu, kepada peminpin bangsa untuk memberikan  teladan yang baik dalam ucapan, tindakan, sikap dan perilaku kepada generasi muda sebagai  penerus bangsa.  Sedangkan kepada media massa,  agar  lebih memberikan bobot pemeberitaan yang bernilai pada pembinaan moral, ahlak dan karakter.
Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ir. Irfan Suryanagara yang menerima orasi tersebut didampingi Kabag Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat, Dra. Hj. Siti Nina Nurasidah  menyatakan, bahwa kekerasan yang telah di Jakarta adalah bukan budaya orang Sunda dan harus dihindari. Untuk Ir. Irfan menyatakan mendukung pelajar darul Hikman yang menyatakan anti kekerasan karena tidak sesuai dengan visi dan misi sebagai calon penerus bangsa.
Dalam orasi Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ir. Irfan Suryanagara tersebut mengimbau agar para pelajar jangan mudah terprovokasi untuk melakukan hal- hal yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Dalam kesempatan tersebut, Irfan juga mengajak  agar pelajar untuk tidak terlibat dalam genk motor dan bila perlu melaporkan saja pada kepolisian jika mendapatkan kelompok tersebut.

Iklan