Tag

Rabu, 21/09/2011 – 21:46

Bandung (MT),-  Kampung Dukuh kecamatan Cikelet Pameungpeuk, Garut Selatan merupakan desa dengan suasana alam, tradisi, dan budaya religi yang masih kuat. Masyarakat Kampung Dukuh sangat menjunjung keharmonisan dan keselarasan hidup bermasyarakat. Paham ini berpengaruh pada bentukan bangunan di Kampung Dukuh yang tidak menggunakan dinding dari tembok dan atap dan genteng serta jendela kaca.

Eka Santosa sebagai Sekjen (Duta Sawala) Baresan Olot Tatar Sunda, menggandeng Arsitek Hijau Unpar untuk terlibat dalam pembangunan kembali kampung Dukuh Dalam yang ludes terbakar pada 10 September silam, Hal itu dikarenakan Green Architect memiliki dokumentasi lengkap Kampung adat Dukuh Dalam sejak tahun 1987,”Kampung Dukuh adalah keluarga di Duta Sawala ini” kata Eka.

Mulyono yang didampingi sesama alumni Green Architect Unpar, Willy Atmaja, menjelaskan, tim dari Green Architect mendokumentasi Kampung Adat Dukuh dari tahun 1987 hingga 2007. Itu dilakukan beberapa bulan setelah Kampung Adat Dukuh ludes terbakar di tahun 2006 silam. Namun dokumentasi yang masih menggambarkan bangunan aslinya ialah dokumentasi pada tahun 1987. Dokumentasi itu yang akan menjadi acuan nanti,” ucapnya.

Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Irfan Suryanagara dan Wakil Ketua, Drs. H. Uu Rukmana, M.Si mengatakan akan menghibahkan dana sebesar 5 Miliyar untuk bangun kampung Dukuh Dalam yang ludes terbakar 10 september silam, dana tersebut akan diterima langsung oleh Eka Santosa sebagai Sekjen (Duta Sawala) Baresan Olot Tatar Sunda, katanya.

Irfan Suryanagara  dan Uu Rukmana menambahkan akan berusaha membantu, melindungi dan mengayomi keberadaan  masyarakat adat di Jawa Barat, baik  secara  moril  maupun  materil  dalam rangka mempertahankan  kearifan lokal yang sudah tertanam sejak ratusan tahun lalu. Untuk itu, kedepan  lembaga Legislatif akan memperjuangkan dalam kebijakan  publik berupa Perda yang pada intinya mengakui  eksistensi masyarakat adat di Jawa Barat, ujarnya.

Dalam pertemuan rapat tersebut dihadiri   oleh  Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Irfan Suryanagara, Drs.H.UU “Wakil ketua DPRD” H. Sugianto Nangolah dan Irwan K, unsur pimpinan Komisi A DPRD Jabar, Sekjen  Dewan Musyawarah Kasepuhan Kampung Adat Jabar, Drs.H. Eka Santosa dan Tetua adat Kampung Dukuh Uluk Lukmanul Hakim berserta Masyarakat Kampung Dukuh, Rama Jati dari masyarakat adat Cigugur, Kuningan,  Kampung Naga Kabupaten Tasikmalaya, Bah Ugis  kampung Ciptagelar Kabupaten  Sukabumi, Bah Ilin Ketua adat Kampung Cikondang, Kabupaten Bandung.

Tetua adat Kampung Dukuh, Uluk Lukmanul Hakim (53)  berharap dalam pembangunan ini, tata nilai asli kebudayaan kami tetap terjaga.  Karena itu kami Tetua, Masyarakat adat Kampung Dukuh bersama seluruh Baresan Olot Tatar sunda mnengucapkan terima kasih terhadap semua pihak yang telah memberikan perhatian atas musibah yang terjadi di Kampung Dukuh Dalam,” ujar Uluk.  (Aji).**

Iklan