GARUT, (MT),-
Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kab. Garut, Asep K. Hamdani merasa kecewa dengan sikap Diky Candra yang keukeuh pada pendiriannya untuk mundur dari jabatannya sebagai Wakil Bupati Garut.


Sebelumnya, Apdesi Kab. Garut meminta agar Diky Candra mengurungkan niatnya, serta kembali mengabdikan diri membangun Kab. Garut hingga masa jabatannya berakhir pada 2014 mendatang, sebagaimana diberitakan “MT” pada edisi sebelumnya.

“Jujur saja, saya atas nama masyarakat Kab. Garut merasa kecewa terhadap Diky Candra yang tetap ingin mengundurkan diri. Padahal, setelah saya mengeluarkan statemen di mediamassa, saya menunggu kontak darinya untuk berdialog. Akan tetapi, Diky Candra sama sekali tidak ada kontak sekan-akan tidak memedulikan keinginan rakyat,” sesal Asep, Kamis (15/9).
Kades Sukakarya ini berpendapat, mundurnya Diky Candra akan berdampak kurang baik bagi kinerja birokrasi Pemerintahan di Kab. Garut. Kendati demikian, Asep mengaku tidak bisa berbuat banyak jika Diky Candra berpegang teguh pada pendiriannya. Apalagi, pengunduran itu merupakan hak konstitusional pemimpin daerah.
Oleh karena itu, Asep atas nama 412 kepala desa se-Kab. Garut meminta agar Kementerian Dalam Negeri RI (Kemendagri) segera memproses permohonan pengunduran diri Diky Candra, serta mengabulkan keinginannya. Sebab, percuma saja dipertahankan, jika yang bersangkutan sudah tidak ada niat lagi mengabdi pada rakyat.
Asep juga menyayangkan pernyataan yang sempat dilontarkan Diky Candra, finansialnya setelah menjadi wakil bupati menurun drastis. Padahal, menjadi pemimpin itu merupakan pengabdian, bukan untuk mencari kekayaan. “Kalau dia takut miskin, kenapa nekad jadi wakil bupati,” tambahnya.
Jika permohonan itu sudah disetujui berdasarkan SK. Mendagri, selanjutnya Asep meminta agar Bupati Garut, H. Aceng H.M. Fikri, S.Ag., menyiapkan calon penggantinya sebagaimana tertuang dalam Undang-undang No. 12 Tahun 2008, Pasal 26 ayat 7. (aji)**