Tag

,

SUMEDANG, (MT).- masyarakat daerah genangan Jatigede, menggelar aksi unjuk rasa dengan adanya Penutupan jalan dengan cara diportal dan dengan sebatang bambu dipancang beberapa tiang setinggi sekitar 75 centi meter membentang menutup lebar jalan.
Di balik portal tersebut, badan jalan itu dihadang tenda. yang dilakukan oleh masyarakat daerah calon genangan waduk tersebut di sekitar Desa Pajagan, Kec. Ciditu, Kab. Sumedang, di projek pembangunan Waduk Jatigede yaitu penghubung antara lokasi bendungan dengan lokasi penggalian material di Gunung Julang, yang mengakibatkan, aktivitas angkutan material dari Gunung Julang di Desa dan Kec. Cisitu ke lokasi projek bendungan di Desa Cijeungjing, Kec. Jatigede, terpaksa dihentikan sementara.


Penutupan jalan projek tersebut dilakukan masyarakat untuk mendesak pemerintah agar segera menyelesaikan berbagai permasalahan di daerah calon genangan waduk tersebut, Seperti di antaranya, menyangkut pembebasan lahan dan bangunan, relokasi penduduk dan situs, serta masa depan warga asal daerah genangan, menurut sejumlah perwakilan masyarakat daerah tersebut akan ditempati dan dijaga oleh masyarakat, diperoleh keterangan, selain itu rencananya masyarakat daerah genangan Jatigede, juga akan menyertai penutupan jalan itu dengan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di sekitar portal tersebut.

Menyikapi rencana tersebut, Polres Sumedang juga sejak pagi telah menurunkan pasukan pengendali massa (dalmas) plus bantuan pasukan Brimob Polda Jabar. Namun, di lokasi yang direncanakan untuk aksi unjuk rasa itu masih sepi dari kehadiran masa peserta aksi, Kecuali itu baru ada beberapa orang saja berteduh di bawah tenda.
Meskipun begitu, aparat keamanan dari Polres, dan anggota Koramil setempat, serta polisi pamong praja Kab. Sumedang, tetap masih berjaga-jaga di sekitar lokasi portal jalan tersebut. Terkait pemortalan jalan dan tuntutan masyarakat itu sendiri, sejauh ini belum dilontarkan langsung oleh masyarakat dan belum mendapat tanggapan apapun dari sejumlah pihak terkait.