Tag

MT,Bandung,-Angka kecelakaan yang terjadi di wilayah Kota Bandung selama Operasi Ketupat 2011 mengalami penurunan sekitar 6 persen. Operasi tersebut digelar Polrestabes Bandung selama 15 hari, di berbagai tempat di wilayah Kota Bandung.

Demikian diungkapkan Kasat Lantas Polrestabes Bandung, AKBP Sambodo Purnomo didampingi Kasubag Humas, Kompol Endang Sri Wahyu Utami kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Jln. Jawa, Jumat (9/9) siang.

Ia mengatakan, untuk rinciannya pada masa mudik tahun ini hanya terjadi 30 peristiwa kecelakaan, yang menelan korban jiwa sebanyak dua orang luka berat serta 28 orang luka ringan. Sedangkan pada 2010 terjadi 32 peristiwa kecelakaan, dengan menewaskan 11 orang dan 3 luka berat serta ringan 18 orang.

“Dari hasil evaluasi Operasi Lodaya 2011, angka kecelakaan di Kota Bandung menurun sekitar enam persen. Yang mengalami luka-luka sebagian besar pengendara sepeda motor,” katanya.

Ia menyebutkan, selain jumlah laka lantas yang mengalami penurunan, jumlah pelanggaran lalu lintas pun ikut turun. Tahun ini, pelanggaran lalu lintas hanya terjadi sebanyak 1.053 kasus. Padahal tahun sebelumnya terjadi pelanggaran sebanyak 2.026 kasus.

“Kita pun banyak melakukan tindakan represif kepada pelanggar. Menilang hanya kepada pelanggar yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, seperti tidak menyalakan lampu, melanggar rambu, batas kecepatan, muatan yang berlebih, dan lain-lainnya,” katanya.

Berhasil ditekannya angka kecelakaan, lanjut Sambodo, berkat berbagai upaya pencegahan yang dilakukan pihaknya bersama Dinas Perhubungan Kota Bandung. Upaya tersebut antara lain tes urine kepada sopir bus dan memasang spanduk imbauan kepada para pengendara.

“Kita telah melakukan tes urine kepada 100 sopir bus di Terminal Cicaheum dan Leuwipanjang. Kita juga memeriksa kelayakan kendaraan mereka. Selain itu, kita juga memasang berbagai rambu dan spanduk imbauan hati-hati berkendaraan,” terangnya.

Selain jumlah kecelakaan dan pelanggaran yang mengalami penurunan, lanjutnya, jumlah pemudik yang menggunakan bus pun mengalami penurunan. Di Terminal Leuwipanjang, puncak jumlah penumpang terjadi pada H+4 (4/9) dengan jumlah 33.592 orang yang diberangkat dengan 820 armada bus. Sedangkan puncak mudik di Terminal Cicaheum pada H+2 terdapat 10.860 penumpang yang diberangkatkan menggunakan 280 bus. Bahkan pihaknya juga mencatat terdapat 249.645 penumpang yang diberangkatkan dari Stasiun Bandung.

Sedangkan di Stasiun Kiaracondong, 61.816 penumpang diberangkatkan. “Yang datang dari Stasiun Bandung sebanyak 257.850 penumpang, dan yang datang ke Stasiun Kiaracondong sebanyak 89.574 penumpang,” terangnya. (zilal/aji)**

Iklan