Tag

, , ,

CIREBON (MT) – Muh Iqbal sepertinya tidak pernah jera. Meski sempat mendekam di tahanan Rutan Salemba, Jakarta selama 1 tahun 5 bulan, pemuda 21 tahun warga RT 08/RW 03 Desa Keduanan, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, ini kembali merampok. Tidak tanggung-tanggung, 14 perampokan dilakukannya, selama dua bulan setelah bebas dari tahanan. Tapi, aksi ke-14 yang dilakukannya ketahuan warga. Akibatnya, pria pengangguran ini sempat dikejar, sebelum akhirnya tertangkap petugas dari Kepolisian Sektor Depok, Kabupaten Cirebon.
Kepala Kepolisian Sektor Depok, AKP Dian Setyawan mengatakan, penangkapan terhadap Muh Iqbal berawal dari laporan warga di Blok Cengkaruk, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon. Ketika itu, Jumat (9/12), warga menangkap basah pelaku tengah menodongkan senjata ke arah korban bernama Andi Rahmatulah (16). Karena ketahuan, warga pun mengejar pelaku. Setelah polisi turun tangan bersama warga melakukan pengejaran, akhirnya Muh Iqbal pun tertangkap. Dia masuk ke selokan dan ngumpet di dasar selokan.

“Kami pun membawa yang bersangkutan ke sini (Markas Kepolisian Sektor Depok), dan memeriksanya,” Ungkap AKP Dian, saat di wawancarai wartawan di Markas Kepolisian Depok.

Setelah diperiksa, ternyata Muh Iqbal tidak bekerja sendiri. Dia ditemani rekannya bernama Hamid (23) dan saat ini masih buron polisi. Muh Iqbal mengaku kepada polisi, bahwa dia sudah melakukan belasan aksi perampokan di wilayah Cirebon, Majalengka dan Indramayu. Sasarannya adalah anak muda yang sedang pacaran atau nongkrong di pinggir jalan.

Biasanya ketika korban nongkrong itu didekati pelaku. Pelaku akan merebut ponsel, uang tunai atau barang berharga lainnya, dengan cara menodongkan senjata api atau senjata tajam. Jika korban tak mau menyerahkan barang miliknya, pelaku tak segan akan melukai.

“Seperti korban Andi, dia juga terluka dipunggung karena berusaha mempertahankan barang miliknya,” Jelas AKP Dian.

Menurut Muh Iqbal, dirinya menodongkan senjata ke arah korban hanya untuk menakut-nakuti saja. Dia tak berniat melukai. Sebab yang di inginkannya hanya barang milik korban, bukan diri korban. “Saya hanya butuh barang,” kata Iqbal.

“Atas perbuatannya, tersangka di ancam pasal 365 KUHP pidana dengan ancaman 5 tahun penjara, Sebab ini masuk kategori pencurian dengan kekerasan,” Tegas AKP Dian. (Sumber MT)

About these ads